Gembok Cinta, Kolam Koin dan Gerakan Peduli Koin

Beberapa hari yang lalu gue baca artikel di Hipwe tentang gembok cinta yang ada di Indonesia.
Ternyata keberadaannya sudah cukup banyak.
Mulai dari Nol Kilometer Jogja, Dermaga Hati Ancol, Lagoi Bay Bintan, Taman Balaikota Bandung, Farm House Lembang, Bridge Restoran Ubud Bali, Bejay Bakau Resort Probolinggo, hingga Jembatan Repo-Repo Tenggarong.

Katanya, Gembok Cinta itu seperti permohonan agar hubungan dengan orang tercinta tetap langgeng karena sudah terkunci, apalagi kalau kuncinya dibuang.
Alay banget gak sih?
😏

Gembok Cinta paling terkenal di dunia adalah yang ada di Paris dan Namsan Tower Korea.
Gue agak heran deh, kenapa sih kita plagiat sesuatu yang nggak ada faedahnya? Yang di paris aja kan udah dilarang,untuk mencegah jembatan bersejarah yang ada di sungai Seine itu runtuh karena dibebani ribuan gembok cinta bulshit yang beratnya mencapai lima puluh ton.
Padahal kan bisa plagiat sesuatu yang berfaedah. Ketimbang ngeluarin duit buat beli gembok yang akan dipasang di tempat gembok cinta. Mending duitnya dilempar aja ke kolam, kolam koin seperti yang ada di Fountain Trevi Roma, Italia.
Loh, kok gitu?

Mitosnya, "Barang siapa melempar satu koin, dia bisa kembali ke Roma, melempar dua koin akan menemukan cinta, dan jika melempar tiga koin akan segera menikah."
Gue pernah nonton film drama komedi yang salah satu adegannya ada di kolam air mancur ini. Bedanya, dia nggak melempar. Tapi justru ngambil uang yang ada di kolam tersebut. Judulnya When In Rome, rekomend banget film ini. Cukup bagus.

Meskipun pemerintah Kota Roma belakangan katanya sudah mulai melarang mitos ini karena koin-koin yang yang dilempar pengunjung akhirnya berkarat di dasar kolam dan perlahan-lahan merusak Fontana di Trevi. Tapi menurut gue kolam koin seperti ini cukup layak untuk di tiru.
Tapi dengan tujuan agar berfaedah.

Bikin kolam air mancur koin yang banyak, kalau bisa disetiap alun-alun kota ada. Kemudian, siapapun boleh bahkan dianjurkan untuk melempar uang koin ke dalam kolam tersebut. Sebulan atau dua bulan sekali, koin-koin tersebut dipanen. Lalu hasilnya bisa digunakan untuk tambahan dalam membiayai sarana dan prasarana untuk publik, atau bisa juga disumbangkan. Pokoknya dana tersebut digunakan untuk apa aja yang berfaedah bagi sesama.

Yang ngelempar koin bisa beramal ataupun seru-seruan tapi tetap berfaedah, setiap melempar koin sambil diiringi Doa sesuai keyakinan masing-masing.
Iya sebenernya beramal itu harus ikhlas,  tapi apa salahnya ketika beramal diiringi dengan Doa. Bukankah memang kita diajurkan untuk selalu meminta kepada Allah, meskipun hanya garam sekalipun.
Bayangkan, seandainya semua orang Indonesia berdoa minta garam. Lalu dikabulkan, pasti Indonesia nggak bakalan ngimpor garam dari luar negeri.
😂

Dan....
Dengan adanya kolam koin ini, maka kita sudah ikut berpartisipasi dalam Gerakan Peduli Uang Koin seperti yang dicanangkan oleh Bank Indonesia.
Dengan adanya kolam koin, besar kemungkinan akan meningkatkan kepedulian kita dalam penggunaan uang koin sebagai alat pembayaran yang sah dan meningkatkan efektivitas uang koin.
Yang tadinya kita kurang perduli sama uang koin, tiba-tiba jadi perduli banget. Tiap belanja minta dikasih kembalian recehan uang koin.
Kalau ngeliat uang koin dijalan juga langsung dipungut. Semua karena tren ngelempar uang koin ke kolam. Pokoknya uang koin jadi diburu banget. *Halah

Sekedar info tentang Gerakan Peduli Koin .
Uang koin adalah alat pembayaran yang sah di Republik Indonesia. Namun umumnya uang koin ini tidak beredar di masyarakat. Dalam satu dasawarsa terakhir, Bank Indonesia telah mengeluarkan uang koin sekitar Rp 6 Triliun, namun yang kembali ke Bank Indonesia hanya Rp900 miliar atau 16% dengan tren semakin menurun. Hal ini disebabkan budaya masyarakat yang masih menganggap uang koin bukan sebagai alat transaksi. Kondisi tersebut menyebabkan sirkulasi peredaran uang Rupiah khususnya uang koin di masyarakat tidak optimal.

Oleh karena itu, melalui Gerakan Peduli Koin, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk peduli terhadap uang koin Rupiah sebagai alat transaksi pembayaran.
Jadi, mulai saat ini mari kita sayangi koin kita dan gunakan uang Rupiah dengan bijak.

Komentar

  1. ia pada ikut2an tuh ya.. gembok2an katanya biar cintanya terus terikat tergembok.. hahaa kemakan sama drama2 korea :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu'um...
      Kaum muda kita gampang dan seneng banget kalau dijejalin dengan hal-hal yang gak ada faedahnya seperti itu. 😂😂

      Hapus
  2. Padahal ikatan cinta paling kuat ya nikah. Ta gak mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, nguncinya pake mas kawin. Bukan malah pake gembok. 😂

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toko Buku Bekas di Ciledug

My Dol, Aplikasi yang bikin gue tambah ngenes

Kakak ade'an (kakak kakaan adek adean)