Ice Age: Collision Course, sedikit pelajaran untuk jomblo

Cukup telat ya sebenarnya kalo ngomongin film kelima dari seri Ice Age ini. Tapi karena emang baru nonton belakangan ini, jadi gue  ngomonginnya sekarang. Padahal pas awal-awal rilis di bioskop Indonesia,  gue lumayan cukup berisik. Tapi malah akhirnya baru nonton sekarang. Ya gitu deh, gue kan lebih banyak berisik dari aksi. 😂

Gak kerasa, Ice Age: Collision Course yang rilis tahun 2016 ini merupakan seri yang kelima. Sedangkan Ice Age yang pertama itu rilis tahun 2002, wicis itu adalah 14 tahun yang lalu.
Seiring dengan semakin menuanya kita,  jalan cerita Ice Age pun juga ikut menua. Dimulai dengan kisah pertama mereka yang mati-matian ngelindungin anak manusia. Kemudian Manny menemukan pasangan, seekor Mamut abnormal bernama Ellie yang doyan tidur menggantung di pohon dengan kepala dibawah. Kemudian dikarunia seorang anak perempuan diberi nama Peaches. Sementara Diego, akhirnya juga menemukan pasangannya, Shira. Mereka memiliki kesamaan. Yaitu mantan karakter antagonis yang kemudian insaf jadi protagonis.
Lalu Sid?
Seekor Kukang super konyol yang sering celaka, menderita dan teraniaya. Bagaimana nasibnya kini?

By the way, anak manusia yang mereka selamatkan dulu. Sekarang apa kabarnya ya?

Sebelumnya,  gue peringatkan. Tulisan Ini bakalan Spoiler banget. Jadi bagi yang nggak kuat dengan spoiler, silahkan lambaikan tangan ke kamera. Tapi kalo anda lebih bijak, sebaiknya close tab aja. Jangan pernah melambaikan tangan ke kamera. *Halah

Seperti biasa, film ini diawali dengan kemunculan Scrat. Si Tupai purba yang nasibnya gak jauh beda dengan Sid. Sering celaka, menderita dan teraniaya. Dari Scratlah kita bisa tau proses terjadinya Alam Semesta itu seperti apa.  Yang wajib banget untuk kita tau. 😂

Kenapa gue bilang di dalam film ini ada pelajaran untuk jomblo? Itu karena menurut gue, masalah yang dihadapi oleh masing-masing karakternya. Memiliki keterkaitan, mirip semacam tahapan dalam menjalani kehidupan. Seperti Sekolah, Bekerja, Menafkahi Istri-Anak, Momong Cucu (ini nilai plus sih) dan terakhir mati.
Gak gitu juga sih.
berikut penjelasan dari gue.

Dimulai dengan masalah yang di Hadapi oleh Sid. Yang di film kali ini, terkesan sebagai Jones level akut. Baru  sehari pacaran, udah diputusin sama pacarnya, Francine. Lebih nyeseknya lagi, dia diputusin pas lagi sayang-sayangnya. Ewww...menyakitkan.

Iya, jadi Sid ngelamar ceweknya gitu. Dengan kejutan dan rayuan yang super duper, romantis(?). 😂
"Banyak wanita sudah mencoba dan gagal untuk hidup dengan Sid si kuda jantan (berakting seperti kuda jantan). Aku ingin berbagi segalanya denganmu. Kau adalah angin dibawah kutu-kutuku. Kotoran di mataku. Maukah kau menjadi pasangan hidupku?".

Tentu saja Sid ditolak, meskipun sudah memakai rayuan dan kejutan romantis. Padahal, ada  fakta yang mengatakan,  26% wanita berharap dilamar dengan kejutan yang romantis.  Tapi bukan berarti pacarnya Sid termasuk 76% sisanya yang gak berharap dilamar dengan kejutan yang romantis. Tapi lebih karena, come on. Kita tau Sid seperti apa, bahkan pecundang kayak gue aja tau gimana payahnya dia. *Halah

Setelah diputusin Francine, dengan alasan Ternyata wajah Sid gak seperti foto profilnya.
Sid jadi galau, hancur sudah harapannya. Padahal dia sudah mempersiapkan masa depan dengan Francine, dari pernikahan, anak-anak mereka kelak, bahkan sampai kuburan mereka kelak. Ngerasa nggak sih, ini termasuk jenis komedi satir? Banyak kan yang gitu, dekat dengan seseorang di dunia maya tapi setelah bertemu. Aslinya beda  dengan yang dilihat di dunia maya. Lalu kemudian kecewa.

Pesan yang gue ambil dari kejadian ini, jangan kepedean jadi cowok. Baru ketemu sehari dan berjalan 14 menit, masak udah berani ngelamar. Bahkan mempersiapkan masa depan. Kecuali kalo kamu bisa beliin tuh cewek mobil mewah dan perhiasan mahal.
Pesan  buat cewek, kalo pengen dapet cowok super tajir yang bisa beliin mobil mewah dan perhiasan mahal. Maenlah bigo live, tapi jangan  joget-joget binal ya. 😂

Sid yang kacau berjalan menuju teman-temannya, Manny dan Diego yang kebetulan lagi kongkow di sebuah Warkop. Iya, mereka pesen Indomie telur, pake daun sawi, bawang goreng, dan irisan cabai. Sambil menceritakan masalah hidup mereka masing-masing. Begitu Sid menghampiri mereka, Diego sudah langsung tau kalo Sid telah ditinggalkan oleh Francine. Terlihat dari tingkah Sid yang kacau itu.

Sid mencoba menyangkal, tapi percuma.
Setelah dikasih kuah Indomie sisa Manny dan Diego, Sid mulai mabuk dan meracau.
Dia curhat, "Yang kuinginkan adalah cinta sejati! Apa permintaan itu terlalu banyak?  Apa yang salah denganku? Semua orang punya pasangan". Makin nyata kan, betapa Jonesnya dia. 😂

Pesan yang ingin disampaikan adalah, kuah Indomie ternyata bisa bikin mabuk seperti minuman keras. *Plak

Kita beralih ke Diego. Masalah yang dihadapi oleh Diego  diatas masalahnya Sid. Diego bermasalah  dengan "Punya Momongan". Diego dan Shira, ragu akan hal ini. Mereka kurang yakin apakah mereka bakalan menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Apalagi, mereka cukup ditakuti oleh anak kecil. Iya, diantara para mamalia herbivora, Diego dan Shira adalah seekor Sabertooth.  Jelas mereka cukup ditakuti, apalagi oleh anak-anak.
Apakah akhirnya mereka bisa memecahkan masalahnya dan memutuskan untuk mempunyai anak? 
Tanya aja ke Google.  *Ditabok

Pesan  dari masalah Diego ini, kita jadi tau alasan kenapa Sabertooth punah.  Tepat! itu karena mereka takut punya anak. Tak ada anak, tak ada generasi penerus. Makanya punah. *Plak
Nggaklah.
Jadi gini, sebelum memutuskan untuk menikah. Si laki-laki dan perempuan, ada baiknya membicarakan masalah anak. Gimanalah, pokoknya dibicarakan. Gue mau ngasih contoh, tapikan gue  nikah aja belum pernah. 😅
Tapi ingat, sebelum menikah. Jangan coba-coba untuk bikin anak terlebih dahulu.  Na'udzubillahimindzalik.
Jangan sampai deh.

Seharusnya, sekarang ini gantian bahas masalahnya Manny. Tapi males ah, kurang kerjaan banget bahas masalah orang lain. Masalah gue sendiri aja banyak. 😂 *apasih

Manny juga gak luput dari masalah.
Kali ini dia dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa anak perempuannya, Peaches. Sudah dewasa dan siap untuk menikah. Yang dipermasalahkan oleh Manny adalah, dia kurang ikhlas untuk menyerahkan putrinya kepada Julian. Mamut muda yang terlihat sangat tidak meyakinkan. Konyol, payah, biasa saja dibawah standar rata-rata dan cenderung bauk. Pokoknya, si Julian ini dimata Manny adalah mamut yang Payah. Gak pantes untuk peaches, apalagi setelah tau tentang rencana mereka yang setelah menikah akan pergi berpetualang berdua. Mungkin  ini istilahnya bulan madu di dunia binatang. *Halah
Manny tidak ingin anaknya pergi.

Manny cukup agresif dalam masalah ini, bahkan sampai sempat terpikirkan olehnya untuk menghancurkan hubungan Peaches dan Julian. Sungguh, Manny ini kebanyakan Nonton sinetron atau gimana. Sampai-sampai terpikir niat jahat seperti itu.
Tapi menurut gue wajar sih kalo Manny sampai segitunya. Mengingat, di seri sebelumnya dua sudah mati-matian ngelindungi anaknya. Mulai dari ngelawan Dinosaurus, sampai berurusan dengan Raja Bajak Laut.  Wajar kalo dia ingin yang terbaik untuk anaknya.

Pesannya menurut gue, wajar jika setiap Ayah pengen yang terbaik untuk anaknya. Wajar jika seorang Ayah tidak ingin ditinggalkan oleh anaknya. Tapi, seorang Ayah seharusnya dari jauh-jauh hari sudah harus siap untuk melepaskan anaknya berumah tangga sendiri. Bersiap menerima seseorang yang telah dipilih menjadi pasangan oleh anaknya. Gue sebenarnya gak yakin banget sih sama apa yang gue omongin ini. 😂

Selanjutnya Ellie, istrinya Manny.
Berbeda dengan suaminya, Ellie menurut gue nampak gak keberatan dengan laki-laki pilihan putrinya. Dia cukup menghormati pilihan Peaches. Meskipun tau kalo, setelah menikah Peaches dan Julian berencana akan pergi meninggalkan mereka berdua. Tapi Ellie terlihat cukup tegar.

Masalahnya justru, ternyata Manny lupa hari jadi pernikahan mereka. Ellie  telah menyiapkan sebuah pesta kejutan untuk Manny. Tapi ternyata Manny lupa, dan tidak memberikan apa-apa untuk Ellie. Ellie sempat terlihat kecewa, tapi kemudian karena ulah Scrat. Banyak meteor yang jatuh ke bumi. Meteor tersebut terbakar ketika melewati Atmosfer bumi dan memancarkan cahaya indah, yang kemudian dimanfaatkan Manny. Dia bilang itu hadiah untuk Ellie sebagai kado hari jadi mereka. Ellie pun senang, dan pesta dilanjutkan.
Tapi sialnya, gak semua meteor itu habis terbakar.  Akibatnya, banyak meteor yang jatuh sampai ke bumi dan menimbulkan ledakan. Pesta perayaan Hari jadi pernikahan mereka pun akhirnya berantakan. Di saat itulah, Ellie menyadari  bahwa
ternyata Manny beneran lupa hari jadi mereka.
Beruntung bagi Manny, karena Ellie tidak jadi marah. Iya, bagaimana mungkin dia akan marah kalo nyawa mereka saja terancam oleh hujan meteor. Tapi dia sempet bilang sih, kalo mereka bisa selamat dari hujan meteor. Dia akan ngelajutin marahnya.

Pesannya adalah, ketika pasangan kita mulai marah. Maka buatlah hujan meteor. Niscaya marahnya pasangan kita akan dipending.  😂
Adalah penting untuk tetap menaruh perhatian kepada suami atau istri. Karena meskipun sudah menjalani hidup bersama puluhan tahun, hal-hal yang mungkin dianggap remeh. Belum tentu remeh untuk pasangan kita.  Iya gak sih?
*yia'elah om, lu Jones tapi sotoy minta ampun

Masalahnya Peaches.
Apalagi kalo bukan sikap orang tuanya yang tidak mengijinkan rencananya untuk menjelajahi dunia bersama Julian.  Bahkan Manny  belum bisa menerima dan mengakui Julian menjadi menantunya. Padahal seburuk apapun Julian dimata Manny, bagi Peaches Julian adalah lelaki manis.  *Yia'elah Peaches,  kalo cuma manis mah gue juga manis kali. 😂
Tapi sebenarnya Peaches sempat  ragu untuk menikah sih. Penyebabnya adalah hujan meteor yang mengancam keberlangsungan hidup mereka semua. Dia merasa, semesta tidak merestui rencana mereka untuk menikah.

Di adegan ini, Sid berbicara pada Peaches seperti ini. "Peaches,  kau tak boleh melewatkan hari terbaik dalam hidupmu". Intinya, Sid mencoba meyakinkan Peaches untuk tidak membatalkan pernikahannya. Dasar kukang songong, omongannya bikin baper asli. 😂

Pesannya adalah, gue gak tau. 😂
Tapi yang jelas, emang gak sedikit sih orang yang mendadak jadi ragu untuk menikah. Padahal sudah merencanakannya, dan justru malah terjadi saat sudah mendekati hari "H".
Mungkin pesannya adalah, kita gak boleh ragu dengan pilihan kita. Hidup itu simpel, kau hanya harus mengambil keputusan dan jangan pernah menyesalinya. 😎
*Lah itu bukannya quotes Sung Kang alias Han pas di film Tokyo Drift ya om?

Sebenarnya ini adalah salah satu hal yang paling gue takutkan dalam hidup. Yaitu Ketika telah menemukan seseorang yang cocok dan mau menerima gue, tapi ternyata orang tuanya gak setuju. Selama ini gue sering tonton kisah seperti itu di FTV, Sinetron bahkan di film. Dan emang hal itu lumrah sih terjadi di kisah nyata beneran. Mau gimana juga kan, orang tua pasti punya kriteria untuk calon menantunya.
Inilah yang dirasakan Julian. Manny si calon mertua, belum bisa menerima dirinya.

Hingga akhirnya, dia menyanyikan lagunya Brian McKnight yang berjudul marry your daughter di depan manny, calon mertuanya.
Sir, I'm a bit nervousness
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
'Cause very soon I'm hoping that I...

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I'll love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

Tebak apa yang akhirnya terjadi?
Ya, exact.
Akhirnya dia mendapatkan restu dari Manny.
Ya nggaklah. Gak semudah itu.
Di saat meteor yang bakal membinasakan mereka mendekat. Julian mempunyai ide yang penuh resiko, jika perhitungannya meleset. Dipastikan semua bakalan hancur.  Disinilah seorang Julian akhirnya bisa membuktikan pada Manny bahwa dirinya pantas menjadi suami Peaches. Berkat idenya, bumi pun berhasil diselamatkan dari kehancuran yang disebabkan oleh meteor.
Manny pun akhirnya mengakui keberadaan Julian.

Pesannya adalah, dibutuhkan sebuah pembuktian. Sebuah pembuktian yang pada akhirnya bisa meyakinkan calon mertua bahwa anaknya mendapatkan pasangan yang tepat dan bisa diandalkan. Dengan begitu kita akan mendapatkan pengakuan dan restu darinya. Nah, pembuktiannya itu bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan cara seperti yang Julian lakukan tadi. Yaitu nekat, untung-untungan dan tentu saja keyakinan.  *Mungkin

Kembali ngomongin Kejonesan Sid. Di saat dia menginginkan cinta,  dia tidak mendapatkannya. Tapi justru disaat dia tengah ikut berjuang untuk mencegah meteor menghancurkan bumi. Dia malah menemukan cintanya. Iya, pernah dengar hukum kekekalan cinta? Begini bunyi hukumnya, "Cinta tidak bisa diciptakan dan di musnahkan.  Cinta hanya bisa berpindah dari satu hati ke hati lainnya." Waspadalah..waspadalah..!!
Itulah yang terjadi pada Sid. Cintanya tidak bisa diciptakan, tapi datang dengan sendirinya.  *Apasih

Bahkan tanpa ba bi bu, su ne o. *Halah
Brook melamar Sid. Makin baper gue dibuatnya. 😂

Brooke: Aku tau ini akan terdengar sangat aneh...
Tapi, maukah kau menjadi pasangan hidupku selamanya.

Sid: Entah aku harus bilang apa.
Kita baru bertemu 12 menit yang lalu.
Kenapa kau lama sekali?
Iya! Ini adalah hari terakhir di bumi terbaik.

Pada akhirnya, sepayah apapun.
Suatu saat pasti bakalan ada orang yang mau menerima kita. Bahkan, mungkin saja baginya kita ternyata istimewa. Kita  tidak pernah tau.
Entahlah, gue sebenarnya hanya mencoba untuk meyakini akan hal ini saja. Meskipun tau bahwa, berharap pada sesuatu yang tinggi itu hanya akan menimbulkan kesakitan yang sangat disaat akhirnya harus terhempas jatuh.
*Eaaa...

Apakah sudah selesai?
Sid akhirnya menikah dengan Brooke dan hidup bahagia? 
Tidak.
Ceritanya nggak berakhir seperti itu, tidak ada kisah cinta yang segampang belanja barang di Toko Online. Klik, ketemuan, deal.

Saking senengnya, Sid akhirnya malah menimbulkan kekacauan.  Dan salah satu akibat dari kekacauan yang ditimbulkannya adalah. Terkuaknya, siapa Brooke yang sebenarnya. 
Bisa dibilang,  Brooke ketauan belangnya.
Apakah dia semacama Mak lampir yang menyamar menjadi gadis cantik?  Kalo mau tau jawabannya. Silahkan nonton sendiri. 😂

Gue pernah ngeliat sebuah tulisan di Facebook. Beginilah kira-kira, "Seseorang yang benar-benar mencintaimu. Tidak akan meninggalkanmu setelah mengetahui kekurangan kamu".
Sid yang mengetahui belangnya Brooke, ternyata masih tetap menyukainya. Gue ragu sih sebenarnya, apakah sikap Sid ini adalah salah satu contoh pembuktian dari tulisan yang gue liat di Facebook tadi itu. Atau karena emang Sid udah pasrah aja, capek kalau harus terus-terusan Nomad, yaitu berpindah-pindah ke lain hati. *Halah
Toh juga, selama ini juga gak ada yang mau sama dia. 😂

Di lain pihak, meskipun Sid tidak keberatan dengan keadaan Brooke. Tapi ternyata Brooke cukup tau diri. Pada akhirnya dia merelakan Sid untuk pergi. Meskipun mereka sebenarnya saling mencintai.

Pernah dengar istilah "memantaskan diri"?
Dalam cinta, istilah ini sering digunakan seseorang sebagai alasan untuk melepaskan orang yang dicintainya. Bukan modus bukan,  ini pure. Nggak se Klise alasan mutusin pacar. Seperti "Kamu terlalu baik buat aku" atau "Aku mau fokus belajar dulu". Apalagi alasan, "Papa ngelarang aku pacaran sama kamu, soalnya kamu kalo ngupas kwaci digigit bukan di kupas pakai tangan. Udah gitu kalo ngupil pake jempol, lubang idung kamu kan jadinya melar".
*Yia'elah

Brooke hanya merasa tidak pantas saja bersanding dengan Sid. Makanya dia gak mau melanjutkan hubungan cinta mereka.
Apakah akhirnya Brooke berhasil memantaskan dirinya dan kembali ke pelukan Sid? Tonton sendiri filmnya kalo penasaran mah. 😛

Dari segi cerita, Ice Age: Collision Course ini menurut gue sih bagus banget. Masing-masing karakter punya masalahnya sendiri-sendiri. Apalagi kalo ditarik garis lurus, masalah mereka saling berhubungan. 
Tapi dari segi petualangan, dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Menurut gue seri yang kelima ini kurang banget. Maklumlah,  mereka kan sudah cukup tua. Jadinya kasian kalo harus lompat sana-sini, terombang-ambing di lautan, dikejar-kejar hewan purba, tenggelam di es yang mencair.

Tapi dari segi komedi.
Serius, Ice Age: Collision Course menurut gue juara. Meski ditonton tiga kali juga, gue masih bisa ketawa.
Neneknya Sid, yang nggak kalah konyol. Hampir bisa dipastikan, setiap ada dia pasti bakalan ada tawa. Apalagi, disini dia lumayan cukup mendapatkan porsi.

Buck.
Di seri kelima ini, Buck juga ikut muncul ke permukaan. Perannya bahkan sangat penting. Pria gila ini juga sering mengundang tawa. You knowlah, dia kan memang gila. 😂

Si kembar Crash dan Eddie.
Makhluk yang gak bisa diam ini. Gue rasa udah pasti pada tau lah ya. Tingkahnya selalu mengundang tawa. Gak banyak ngomong, lebih  mengandalkan gerakan.
Jenis  Komedi Slapstick  sukses dibawakannya.

Scrat.
Ikon dari Ice Age kan dia. Meskipun sebenernya gak banyak porsi di dalam filmnya. Tapi di seri kelima ini, dia lumayan dapat banyak porsi. Sama seperti Crash dan Eddie, Scrat adalah karakter yang gak banyak berbicara. Dia adalah karakter yang bermain di komedi slapstick.  Gak usah diragukan lagi kalo diamah. Kalo misalkan pas  nonton dia, tapi nggak ketawa.
Mungkin kotak tertawa anda rusak.
*Halah

Selain karakter yang gue sebutin tadi, tentu masih ada beberapa karakter lainnya. Pengen tau siapa aja mereka?
Apa?
Nggak pengen tau?
Yaudah, sampai disini saja tulisan gue.
Terima Kasih karena sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan sampah gue. Yang dijamin hanya membuang-buang waktu berharga kalian. Wahaha..
Ups.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toko Buku Bekas di Ciledug

My Dol, Aplikasi yang bikin gue tambah ngenes

Kakak ade'an (kakak kakaan adek adean)