WC Sekolah Undercover

Tadi, seperti biasa beberapa anak maen ketempat kerja gue. Mereka ngobrol ini itu. Gue sih gak ikut terlibat dalam obrolan tersebut, tapi karena gue bisa denger obrolan mereka. Mau gak mau gue ikut menyimak apa aja yang mereka obrolin.

Gak ada yang penting, sama kayak tulisan-tulisan gue di blog ini. Tapi ada satu topik obrolan mereka yang membuat gue jadi teringat masa lalu. Sebenernya pengen banget nimbrung bareng mereka, kemudian menceritakannya. Tapi gue masih punya sedikit rasa malu untuk melakukannya.

Jadi, mereka itu lagi ngobrolin soal WC di sekolah mereka yang gue rasa, dimanapun. Yang namanya WC sekolahan untuk cowok. Itu gak jauh beda, Jorok dan bauk.

Gue mau nyeritain suatu kejadian di WC Sekolah, yang mudah-mudahan cuma menimpa gue doang. 😂
Tapi sebelumnya,  alangkah baiknya gue melakukan pengenalan terlebih dahulu.

WC disekolahan gue  ini punya nama, namanya ya WC Sekolah.  Mempunyai dua gender, Cowok dan Cewek. Walaupun masih menyatu dalam satu bangunan. Tapi kalo kalian pikir WC Sekolahan gue ini Hermaprodit, kalian salah besar.

WC tersebut dibangun bukan oleh seorang Arsitektur kenamaan, bentuk bangunannya aja kaku. Sekaku hati kamu, iya kamu. *Eaaa
Bahkan penempatan pintunya pun gue rasa adalah sebuah kesalahan. Untuk WC cewek sih oke, pintunya berada di samping. Tapi untuk WC Cowok, pintunya ada di depan. Tidak hanya menghadap ke jalan, tapi juga ke lapangan.

Berbeda dengan ruang kelas yang pasti selalu ada pajangan berupa Lambang Negara, Garuda Pancasila. Yang diapit oleh Presiden dan Wakil Presiden di kanan kirinya. Juga beberapa gambar Pahlawan Nasional. Atau kalo lebih teliti lagi, biasanya di tembok-tembok dekat tempat duduk. Ada semacam Reliefnya, berupa tulisan rumus-rumus Matematika atau Fisika, juga tulisan-tulisan lainnya yang bisa digunakan untuk mencontek ketika ada ulangan. Gak ketinggalan juga tulisan-tulisan narsis macam, "ugik was here", "Mama I love you", yang terakhir  ini mungkin tulisan Spice Girls Mania.

Di WC Sekolah, pajangan-pajangan tersebut gak bakalan pernah ditemui.
Na'udzubillahimindzalik...
Jangan sampai hal itu terjadi. Entah bakalan rusuh kayak apa nanti jadinya. Menambahkan tulisan di Bendera Merah Putih  saja bisa dipidana kurungan penjara minimal satu tahun. Apalagi kalo sampai memajang gambar Lambang Negara dan Kepala Negara di dalam WC. Pelakunya pasti akan ditindak sagat tegas.

Beruntung Negara kita ini punya LSM seperti GMBI. Seharusnya Pemuda Pancasila malu sama LSM satu ini. LSM yang katanya dibentuk untuk berpihak kepada kaum marginal, miskin, dan tertindas. Menjadikan kaum lemah sebagai teman ini, telah berjanji untuk berjuang mati-matian demi membela Ideologi Pancasila. Bandingkan dengan Pemuda Pancasila yang diam saja ketika Habib Rizieg di laporkan telah melakukan penistaan terhadap Pancasila. Namanya aja yang Pemuda Pancasila. Tapi kenapa nggak se-reaktif GMBI?

Ini pelajaran untuk kita semua, jangan pernah coba-coba untuk menistakan simbol, lambang bahkan ideologi negara. Nanti GMBI, Polri dan semua rakyat yang mencintai NKRI murka. Kecuali,  kalo kamu adalah Zaskia Gotik. Zaskia Gotik mah bebas, dia pernah jelas-jelas ngomong kalo sila kelima "Maaf" adalah bebek nungging, gak dipenjarakan. Malahan diangkat jadi Duta Pancasila. GMBI pun waktu itu juga nggak murka sama si Cantik yang satu ini.

Kalo kamu pendaki gunung, kamu juga bakalan aman walaupun mencorat-coret bendera Merah Putih dengan tulisan -tulisan yang dipikirnya bakalan menambah kesan bahwa kamu adalah anak-anak kekinian banget. Padahal sebenernya, selain alay. Itu juga merupakan tindakan yang bego. Tapi tenang aja, toh kamu juga masih aman. Kok..

Selain itu, kalo mencorat - coret bendera Merah Putih dengan tulisan Band  Metallica atau Oi-nya Iwan Fals. Juga bakalan aman, lho. Gak ditindak sama Polisi. Kalo gak salah, Ahmad Dhani juga pernah bikin bendera merah putih terus ada lambangnya Republik Cinta. Itu juga gak dipenjarakan.

Pssttt...!! Psstt..!!
TANYA KENAPA?

Alhamdulillah ya.
Nggak ada orang gila yang cukup gila  memajang gambar Lambang dan Kepala negara di WC Sekolah.

WC sekolah gue ini gak luput dari ulah murid-murid jahil. Banyak coretan di dindingnya, bahkan jejak sepatu pun juga ikutan eksis nemplok di dinding. Gue pikir awalnya Itu jejak sepatunya Spiderman yang merayap di dinding untuk mengintip ke WC cewek. Tapi ternyata itu ulah murid biasa. Perilaku mereka sangat aneh, berlomba-lomba untuk bisa menjejakkan sepatu mereka di dinding setinggi-tingginya. Yang berhasil menjejakkan sepatunya ke dinding, maka dialah yang akan menjadi penguasa WC cowok. Jadi kalo mau menggunakan WC cowok, harus bayar upeti terlebih dahulu pada murid tersebut.
*ya nggaklah 

Kalo misalkan disamakan dengan bentuk sebuah stadion, WC sekolahan gue itu letaknya di Tribun VIP, strategis sekali bukan? Bukan.

Dibelakang WC ada rumpun pohon bambu yang dipisahkan oleh pagar tembok. Lalu tepat disamping WC ada sumur yang airnya dingin dan bersih. 
Banyak yang suka nongkrong di belakang WC, adanya pohon bambu membuat tempat itu menjadi sejuk. Dan sumur adalah sumber air yang berarti sumber kehidupan. Dimana ada sumber air, disitu ada kehidupan. Bahkan sejak jaman purba, orang-orang memilih untuk tinggal ditempat yang dekat dengan sumber air.

Tapi kami punya kepentingan yang lain terhadap sumur ini. Kami biasa menggunakan airnya yang bersih dan dingin itu untuk cuci muka dan membasahi rambut. Sangat penting untuk tetap merasa segar dan memiliki rambut yang rapi selama disekolah. Meskipun harus merelakan baju di sekitar pundak dan punggung sedikit basah karena air yang secara perlahan turun dari rambut kepala akibat nggak dilap pakai handuk.

Selain untuk nongkrong,  di WC ini juga biasa digunakan untuk ketemuan mereka yang punya pacar. Atau untuk yang gak punya pacar biasanya godain cewek-cewek yang ke WC cewek. Disini juga kerap dijadikan tempat untuk merokok dan melakukan pemalakan. Gue pernah di palak ditempat ini.
Kena?
Ya nggaklah...
Orang gue jarang dikasih duit jajan. 😂

Setelah ngomongin fisik dan fungsi turunannya(?), sekarang gue mau ngomongin fungsi utamanya.
WC Sekolah gue ini berfungsi dengan baik. Kami bisa memenuhi panggilan alam ditempat ini. Tapi kalo dari segi kenyamanan, kurang banget.
Baunya sangat menyengat. Padahal pintunya menghadap ke jalan. Jadinya mau gak mau para Guru dan Murid pasti sering lewat didepannya.

Berbagai perilaku ditunjukan oleh mereka yang melewatinya.
Mulai dari menutup hidung sambil mempercepat langkah.
Atau sok kuat dengan tetap berjalan normal tanpa menutup hidung, tapi kemudian tiba-tiba merasa sakit kepala, pusing, lemah, mual, muntah, disorientasi, kebingungan, kolaps, dan koma layaknya orang yang keracunan gas Karbon Monoksida (CO).
Untuk melakukan pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi,  biasanya mereka memutar rutenya. Mereka lebih memilih menempuh jarak yang lebih jauh untuk menghindari WC cowok. Bahkan nih, misalkan ada Planet yang dalam orbitnya melintasi WC cowok ini, pasti Planet tersebut bakalan keluar dari orbitnya. *Yia'elah

Kenapa WC cowok bisa bau banget sementara WC cewek nggak?
Jawabannya bukan karena petugas yang membersihakan WC bersikap nggak adil. Beliau lebih suka membersihkan WC cewek ketimbang WC cowok.
Tapi karena salah pemakainya sendiri.
Kebanyakan murid cowok kalo make WC itu anarkis banget, rusuh. Pokoknya asal panggilan alamnya udah dipenuhi, ya udah. Mereka buru-buru minggat.
Bahkan kadang ada yang  buang air kecil bukan pada tempatnya. Gue pernah jadi korban.

Disuatu siang, di jam-jam mendekati pulang sekolah. Gue kebelet buang air kecil. Terus gue pergi ke WC, sendirian. Sebenernya gue males kalo ke WC pas jam pelajaran. Soalnya di WC bakalan sepi banget. Udah bauk, sepi, dibawah pohon bambu yang konon pernah ada penampakannya pula. Lengkap..
Tapi kalo ngajak temen, masa iya cowok ke WC gak berani sendirian. Harus bertiga, berempat berlima. Udah kayak cewek aja.  😂

Meski dengan sedikit rasa takut, semua berjalan normal. Gue berhasil melalui setiap prosesnya sesuai prosedur. Kemudian kembali ke kelas dengan perasaan lega dan segar. Soalnya gue juga cuci muka dan ngebasahin rambut.
Setelah duduk, temen dibelakang tempat duduk gue nanya, "Gik..tadi cuci muka dimana?" gue jawab kalo cuci mukanya di dalam WC.
Diiringi tawa, dia ngasih tau kalo air yang di dalam WC sebenernya udah dikencingin sama anak-anak.

Setelah mendengar kenyataan itu tuh  kayak ngerasa.
Aku kotor...
Aku kotor..
Kalian suci aku penuh dosa.
*Halah

Untung waktu itu secara kebetulan, gue bawa shampo sachet  ke sekolahan. Entah itu kenapa gue bisa bawa shampo ke Sekolahan. Tapi yang jelas, berkat shampo itu gue bisa keramas pake air dari sumur.
Tapi semenjak kejadian tersebut, gue jadi bahan pergunjingan dan dijauhi oleh anak-anak dari kelas 1 sampai kelas 3.
*ya nggaklah

Iya..
Itulah cerita gue perihal WC Sekolah.
Kalo kamu, apa cerita kamu? 😅

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toko Buku Bekas di Ciledug

My Dol, Aplikasi yang bikin gue tambah ngenes

Kakak ade'an (kakak kakaan adek adean)