Kenang-Kenangan yang males untuk dikenang

"Kehidupan  kita beberapa tahun ke depan, dipengaruhi oleh dua hal. Yaitu buku apa yang kita baca atau pelajari sekarang. Dan dengan siapa kita bergaul"

Pernyataan tersebut gue dapat dari Facebook. Agak rancu mungkin penulisannya, maklum. Soalnya udah lama sekali gue ngeliatnya, jadi sedikit lupa.
Sebenarnya gak yakin juga sih, soalnya dulu. Pertama kali mulai suka baca buku di Perpustakaan.  Buku pertama yang gue baca judulnya adalah "Idam Peternak Puyuh".  waktu itu kalo gak salah gue masih kelas 3 SD. Kalo di pikir, kok gue abnormal banget ya. Kenapa gue yang masih kecil doyan baca buku seperti itu, sampai selesai lagi.
Iya, tiap hari selama istirahat sekolah, gue selalu ke perpustakaan untuk menyelesaikan membaca buku tersebut.

Kemudian beberapa tahun setelahnya, gue gak  jadi peternak Puyuh. Jangankan peternak Puyuh, bikin kandang Ayam saja sampai sekarang gak bisa. Mungkin waktu itu gue cuma tertarik sama perjuangannya si Idam. Mulai dari awal dia memburu Puyuh liar untuk di ternakan, dengan berbagai konfliknya. Lalu ternyata Puyuh yang dia ternakan nggak kunjung bertelur. Hingga akhirnya dia dapat pencerahan,  bahwa Puyuh petelur itu berbeda dengan Puyuh liar yang dia alam bebas. Kemudian dia mulai berternak Puyuh petelur hingga akhirnya bisa meraup kesuksesan.

Pun, ketika gue membaca komik Tiger Wong, Little New York, Asterix & Obelix, Naruto hingga Donald Bebek . Itu nggak lantas membuat gue jadi jago berantem, kehidupan percintaan gue semanis Little New York, sekuat Asterix & Obelix,  gak gampang menyerah seperti Naruto, gak sekaya Paman Gober. Eh, tapi kan Donald Bebek ding ya. Bukan Paman Gober, dan Donald kan selalu apes gitu, jangan - jangan gue juga sering apes gara-gara dulu suka baca komik Donald Bebek yang juga sering apes. 😱😱

Tapi ketika membaca buku tentang tutorial membuat boneka dari kaos kaki bekas, gue beneran jadi pengrajin boneka dari kaos kaki bekas loh. Bahkan gue sampai ekspor boneka-boneka tersebut ke Luar Angkasa. *Ya nggaklah

Tapi beneran deh, waktu itu beneran sempet bikin boneka dari kaos kaki bekas. Hasilnya lumayanlah, buat koleksi pribadi. Sampai akhirnya, nasib boneka-boneka tersebut berakhir tragis. Karena setelah bosan, mereka gue taruh di dalam meriam dari bambu. Kemudian setelah ditembakkan berkali-kali, akhirnya boneka tersebut pecah. Dan kapuk  yang ada di dalam boneka tersebut bertebaran bak hujan salju. Gue sama anak-anak lain cuma bisa berkata satu hal, "Keren".

Iya, itu hanyalah sedikit bagian dari masa lalu gue yang kelam. 😂
Saat ini, gue mulai sedikit mempercayai pernyataan itu. Bahwa, buku yang kita baca atau pelajari  ikut berperan dalam kehidupan kita beberapa tahun ke depan. Bukankah pernyataan itu masuk akal?
Makanya, sedikit - sedikit gue mulai membaca buku yang serius. Dengan harapan, beberapa tahun kedepan gue bakalan jadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara. *Halah

Tapi ternyata,  setelah sekian lama hanya membaca buku yang bergenre komedi. Membuat gue kesulitan dalam membaca buku-buku yang serius. Baru beberapa lembar saja, itu rasanya sangat membosankan. Padahal gue udah beli beberapa buku serius yang ditulis oleh seurieus  secara serius sebelum candil serius hengkang dari seurius. *apasih

Karena bosan, gue pun mulai mencari buku komedi yang mungkin belum sempet gue baca. Lalu, ketemulah salah satu buku komedi yang bukannya bikin ketawa. Tapi malah bikin nangis. Kenapa bikin nangis?
Well, I'm gonna tell you a meaningless story. 😂

Waktu itu kan gue pernah nganterin emak ke Wonogiri, tempatnya mbah.
Nah, waktu itu sempet diajak ke pasar Slogohimo. Gue sih seneng aja, soalnya pengen beli sesuatu untuk kenang-kenangan. Mumpung di Wonogiri, gak tau bisa kesana lagi kapan. 😂

Awalnya gue pengen beli topi, "anak jalanan". Tapi sama mbak gue dilarang. Terus pas ngeliat kaos "anak jalanan", emak gak mau ngebeliin buat gue. Padahal keren, seandainya gue pulang dari Wonogiri ke Jakarta memakai kaos dan topi "anak jalanan". Pasti cewek-cewek jadi makin suka ngelirik ke arah gue.  Walaupun  sebenernya gue gak seneng kalo di lirik sama cewek. Soalnya jadi ngerasa kalo gue tuh kayak "freaks" gitu. Padahal kan gue normal-normal aja kayak cowok pada umumnya. 😂

Ini gak boleh, itu gak boleh. Gue stres, frustasi, akhirnya gue pundung sambil ngorek-ngorek comberan. *Halah

Akhirnya diputuskan, untuk membeli Belangkon. Terbayang dalam benak yang gak tau diri ini, gue pasti bakalan ganteng kalo pake belangkon. Ternyata belangkon itu bentuknya nggak seperti yang gue pikirkan. Yang gue pikirkan, belangkon itu modelnya bisa di lipet seperti kopiah gitu. Ternyata nggak, belangkon itu keras. Gak bisa dilipet, membentuk hampir seperti helmnya tentara gitu. Kalo kayak gitu kan bawanya jadi ribet, akhirnya gue gak jadi beli belangkon. 

Padahal emak, mbak sama bulek antuasias banget liat-liat belangkon. Tapi gue lebih memilih antusias di tempat lain.
Gak jauh dari penjual belangkon tersebut,  ada yang jualan buku. Harganya murah-murah, tapi sayangnya gak banyak pilihan. Akhirnya gue beli dua buku. Satu komik Crayon Shinchan satunya lagi bukunya Rudiyant, judulnya "Ganteng Ganteng Sundelan".  Iya, memang demam GGS itu sempet mewabah dimana-mana.  Bahkan dalam dunia tulis - menulis. Gue pilih buku itu karena, pertama emang gak banyak pilihan. Kedua, judulnya membuat gue kepo. Gimana sih isinya. Ketiga gue punya satu bukunya Rudiyant juga, judulnya "Detektif Konyol". Menurut gue sih bukunya lumayan. Dan yang terakhir tapi yang paling penting adalah, harganya cuma sepuluh ribu. 😂

Gue dapet buku, emak dan mbak dapet beberapa potong kain. Sedangkan bulek, gue lupa bulek beli apaan. Kemudian kami pun pulang.

Sesampainya dirumahnya mbah, gue kaget bukan kepalang. Gue buka plastik pembungkus buku yang judulnya, "Ganteng Ganteng Sundelan" kemudian mulai membuka halaman demi halaman. Gak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa, gue udah pernah baca buku kayak gini sebelumnya. Iya, jadi buku "Ganteng Ganteng Sundelan" ini isinya sama persis dengan buku "Detektif Konyol". Yang gue beli di Jakarta.  Lalu kenapa gue bisa salah beli?
Itu karena covernya benar-benar beda. Sinopsis di belakang cover bukunya beda. Bahkan penerbitnya juga berbeda. Untuk lebih jelasnya, gue akan beberkan perbedaan dan kesamaan kedua buku ini.

Yang pertama cover.
Cover depan belakang kedua buku ini, sungguh jauh berbeda. Meskipun sama-sama memakai wajah, yang gue duga itu adalah wajah sang penulis.

Kedua, sinopsis.
Jelas di saat ingin membeli buku. Pasti pembeli bakalan baca sinopsisnya. Dan kedua buku ini sinopsinya juga berbeda.

Ketiga penerbit.
Penerbit buku Detektif Konyol adalah JAL publishing. Kurang tau JAL itu kepanjangannya apa. Tapi gue yakin banget, JAL yang ini bukan kepanjangan dari Japan Airlines.
Sedangkan buku Ganteng Ganteng Sundelan diterbitkan oleh Lembar langit Indonesia. 

Keempat judul.
Kenapa judul gue masukan di nomer empat. Itu karena gue pun bingung. Di buku Detektif Konyol, di halaman kedua bagian atas sebelum keterangan penerbit ditulis. Judulnya,
Detektif Konyol / James Bond Adeknya.
Hak Cipta 2012 pada penulis
Sedangkan pada buku Ganteng Ganteng Sundelan, masih di halaman dan posisi yang sama. Ditulis, 
GGS : Ganteng Ganteng Sundelan
Judul Asli: James Bond Adeknya
Hak Cipta 2015 pada penulis

Kelima, kata pengantar.
Kata pengantar kedua buku ini berbeda. Isinya sama persis seperti sinopsis di belakang covernya.

Keenam.
Mulai dari halaman ke 5 sampai halaman 256, itu isinya sama persis semuanya. Gak ada yang berbeda sedikit pun.

Memang benar harganya cuma sepuluh ribu. Tapi gue belinya pakai duit asli loh. Dan saat membeli, gue gak bermaksud untuk punya dua buku yang sama dengan cover dan judul yang berbeda. Makanya,  kecewa itu pasti ada.
Walaupun  idealnya, kalo beli buku itu harusnya beli tiga. Satu untuk dibaca sendiri, kedua untuk dipinjamkan kalo misalkan ada yang minjam dan satu lagi untuk jaga - jaga kalo yang dua hilang.

By the way...
Tadi iseng searching, ternyata masih ada yang jual buku ini, online loh. Harganya 33.575,00
Mungkin bro and sist ada yang berminat, silahkan. 😊

Komentar

  1. Woaaggghhh kau belajar dari mana menuangkan unek2 ke sebuah tulisan kek gitu?enak di baca sih.masa2 SD masih ke_inget ya??encer ya otaknya?πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..
      Dari mana aja sih, artikel, buku. Daripada dituangin ke status Facebook. Mending di tuangin ke blog. πŸ˜…
      Arigatou, udah bilang tulisanku enak di baca. Kirain cuma jadi spam di internet. Haha
      Kalo encer? Gak juga kok. Hanya saja kadang ada beberapa kejadian yang gak bisa di lupain. Dan biasanya hal yang penting malah lupa. πŸ˜‚

      Hapus
  2. Kirain maksudnya mau kasih salah satu dari buku yang sama itu πŸ‘»

    Btw latarnya foto cover buku tuh apa? Sprai? Oke, 'wanpis' kan yaaa tapi.... 'agak'.. πŸ˜…
    Baiklah, abaikan saja~ cuma salahfokus aja koq '-')/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu jangan baca buku kayak gitu, nanti sesat loh.
      Topi anak jalanan aja, gimana? πŸ˜‚

      Duhh iya..
      Aku gak sadar, harusnya ituannya ditutup pake buku aja ya. πŸ™ˆ

      Hapus
    2. pengen tau, isinya apaan sih πŸ˜‚

      Hapus
    3. Kalo penasaran, yaudah ayuk barteran. Soalnya meski punya dua, tapi aku gak berniat ngasih cuma - cuma. πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toko Buku Bekas di Ciledug

My Dol, Aplikasi yang bikin gue tambah ngenes

Kakak ade'an (kakak kakaan adek adean)