Kutukan Minimarket

Di suatu tempat,  ada dua orang pemuda yang selalu bersaing dalam banyak hal. Pemuda pertama namanya Aldo. Sedangkan pemuda yang kedua namanya Indro.

Persaingan mereka bermula saat keduanya sama-sama mengikuti lomba balap karung di acara Tujuh Belasan.
Tujuh Belasan sendiri adalah semacam ritual tahunan, dimana pesertanya adalah mereka-mereka yang baru menginjak usia Tujuh Belas Tahun. Pemuda yang berusia Tujuh Belas Tahun wajib mengikuti lomba ini, tujuannya adalah untuk menguji seberapa gregetkah mereka sebagai seorang pemuda calon penerus masa depan.

Balap Karung sepanjang  500 M itu akhirnya dimenangkan oleh Aldo di posisi pertama. Sedangkan Indro ada di posisi kedua. Sebenernya, asal bisa menyelesaikan lomba balap karung tersebut. Maka otomatis mereka sudah cukup di akui sebagai pemuda greget. Tapi untuk yang berhasil finish di urutan pertama, dia akan di nobatkan menjadi Pemuda Greget of The Year.

Indro yang dari awal sudah berlatih keras untuk bisa jadi Pemuda Greget of The Year. Tidak bisa menerima kekalahan itu, apalagi dia cuma kalah satu lompatan dari Aldo.
Dan sejak  itulah, Indro menjadikan Aldo sebagai saingannya.

Pada kesempatan lain, saat keduanya menjadi wakil pada kejuaraan Balap karung Internasional. Aldo tersingkir lebih awal karena tidak melakukan pemanasan memakai Balsem Otot Geli gak? seperti yang diintruksikan oleh pelatihnya, sehingga menyebabkan kakinya cidera. Hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Indro, dia pun akhirnya berhasil memenangkan kejuaraan tersebut. Sejak kejadian itu, keduanya resmi bersaing.

Persaingan mereka terus berlanjut,
dalam banyak hal. Bahkan misalnya Aldo beli motor baru, Indro pun gak mau kalah terus ikutan beli.
Indro beli Kulkas baru, TV baru, Mesin Cuci baru. Aldo juga gak mau kalah.
Puncaknya adalah ketika secara kebetulan mereka menyukai perempuan yang sama. Persaingan mereka semakin menjadi-jadi. Apalagi keduanya sudah cukup teracuni oleh cerita-cerita percintaan di sinetron yang sering mereka tonton.

Adalah Marnie.
Seorang gadis cantik anaknya Om Bram.
Om Bram adalah kakaknya om Brim dan juga om Brum. Konon masih ada hubungan saudara dengan Kwak, Kwik dan Kwek, keponakannya Donald Bebek.
Yang membuat Aldo dan Indro bersaing semakin sengit untuk mendapatkan cintanya.

Setelah banyak banget episode Drama, lebih banyak dari episodenya Tukang Bubur Naik Haji yang baru saja tamat belum lama ini.
Marnie merasa semuanya harus diakhiri. Tapi itu tidak akan pernah berakhir kalau  dia memilih salah satunya, justru malah akan menimbulkan permusuhan. Apalagi, sebenernya Marnie juga menyukai keduanya.
Maka, setelah curhat di Twitter nanya ke Bapak Presiden dan Kapolri. Marnie memutuskan untuk membuat sebuah Challenge, "Siapa yang bisa membuat Minimarket hanya dalam satu malam, maka dialah yang akan dipilih oleh Marnie".

Tak ada pilihan lain bagi Aldo dan Indro, keduanya pun menyatakan sanggup. Mereka punya prinsip, "Kalo nggak sanggup...disanggup sanggupin..!!"

Mereka tidak bisa menggunakan magic, apalagi meminta bantuan bangsa Jin. Dijaman itu, bangsa Jin sudah terdesak oleh ledakan jumlah penduduk. Memaksa mereka melakukan migrasi ke kutub utara. Dan membeku disana, menunggu manusia melakukan tindakan bodoh yang bisa menyebabkan  pemanasan global. Yang mana itu tidak hanya akan mencairkan es yang membuat mereka beku, tapi juga menenggelamkan manusia karena ulahnya sendiri. Ketika es di kutub utara mencair habis dan manusia musnah. Itulah hari untuk mereka berkuasa di dunia.

Aldo memilih menggunakan tenaga asing untuk membantunya membuat Mini Market. Tenaga Asing disini bukanlah tenaga asing yang datang dengan izin kunjungan wisata, tetapi kemudian menyalah gunakan izin tersebut untuk bekerja. Aldo meminta bantuan Bangsa Galia, Asterix dan Obelix.
Tapi karena mereka sedang sibuk melawan bangsa Romawi, dia hanya diberikan Ramuan Ajaib oleh dukun Panoramik. Siapa pun orang yang meminum ramuan tersebut, jangankan sebuah Minimarket. Sebuah candi pun bisa dibangunnya dalam satu malam.

Lain dengan Indro.
Indro lebih percaya dengan tenaga dari dalam negri sendiri. Itu karena dia pernah nonton, "Bedah Rumah". Bedah Rumah adalah sebuah acara Reality Show di tv. Diacara tersebut, rumah warga yang terlihat darurat akan disulap menjadi bagus banget dalam waktu yang sangat singkat. Tapi nggak tau bagaimana  kwalitasnya. Karena penonton gak pernah tau apa yang terjadi dengan rumah tersebut setelahnya.

Bak Xander Cage di film, "xXx return of xander cage". Sebuah film dari Vin Diesel yang banyak orang bilang gagal total. Ceritanya di film tersebut Xander Cage mengumpulkan rekan untuk diminta membantunya menyelesaikan misi. Indro pun melakukan hal yang sama, dia mendatangi semua pekerja yang terlibat dalam acara Bedah Rumah. Dan kemudian mengajaknya untuk bergabung membagun sebuah Minimarket dalam waktu satu malam. Beruntung semua orang yang diajaknya setuju untuk bergabung.  Karena memang mereka juga sedang menganggur setelah acara Bedah Rumah berhenti tayang.

Di malam yang telah disepakati, pembangun Minimarket pun dimulai.
Dan pagi harinya, tim Aldo yang terdiri dari orang-orang yang telah meminum ramuan ajaib pemberian dukun Panoramik.  Juga tim Indro yang terdiri dari orang-orang yang pernah bekerja di tim Bedah Rumah. Berhasil membangun sebuah Minimarket lengkap beserta isinya.

Karena hasilnya seri, maka Marnie belum bisa memilih diantara mereka berdua.  Lantas, setelah curhat di Twitter lagi. Bertanya pada Bapak Presiden dan Kapolri. Diputuskan, siapa yang bisa paling banyak membuat Minimarket dalam satu bulan maka dia berhak atas dirinya.

Malam berganti malam, hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Kedudukan tetap seimbang. Jumlah Minimarket milik Aldo sama banyaknya dengan jumlah Minimarket milik Indro, bahkan letaknya juga saling berdekatan satu sama lain. Lama-kelamaan, ambisi mereka malah berubah. Yang tadinya membangun Minimarket untuk memenuhi permintaan Marnie sebagai syarat untuk menikahinya. Kini berubah menjadi ajang bisnis, mereka berebut pangsa pasar. Mereka berlomba untuk menjadi Minimarket terbaik.

Mengetahui hal itu, Marnie yang sudah berubah menjadi perawan tua dan sering jadi bahan nyinyiran para tetangga.
Akhirnya murka, dia menjadi perawan tua seperti itu gara-gara Aldo dan Indro. Tapi akhirnya dia malah sudah tidak diperdulikan lagi oleh keduanya.
Kemudian Marnie mengutuk Aldo dan Indro agar selamanya, mereka berdua akan tetap bersaing membangun Minimarket. Setelah mengucapkan kutukan itu, Marnie pergi menghilang. Tidak seorang pun yang tau kemana dia menghilang.
Aldo dan Indro merasa bersalah, tapi terlambat. Dan untuk mengenang Marnie, Aldo menamakan Minimarketnya "AldoMar".
Sedangkan Indro menamai Mini Marketnya "IndroMar".

Kedua Minimarket tersebut banyak di jumpai sampai sekarang. Hampir setiap 500 M ada. Dan dimana ada AldoMar tak jauh dari situ berdiri pula IndroMar. Jumlahnya juga semakin bertambah banyak. Kalau ngelihat lahan kosong, atau tempat nganggur. Gak lama kemudian pasti bakalan jadi salah satu dari Minimarket tersebut.

Cerita ini tentu saja fiktif.
Dibuat secara asal dan ngawur.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toko Buku Bekas di Ciledug

My Dol, Aplikasi yang bikin gue tambah ngenes

Kakak ade'an (kakak kakaan adek adean)