Bukan Cerita Liburan, Kendal...jenerr

Hari Minggu kemaren, seharusnya saya pergi ke Pernikahan salah satu temen yang ada di Kendal. Member Ijo Tomat akhirnya ada yang melepas masa lajangnya. Itu artinya, tinggal tersisa tiga member  lagi termasuk saya. Secara tidak tertulis,  Ijo Tomat adalah kumpulan beberapa orang yang tidak pacaran, tapi ujug-ujug menikah. Walau pada akhirnya cuma saya saja yang tidak berpacar sampai saat ini.
Tapi temen saya yang menikah ini memang tidak pacaran sih, ketika akhirnya dia menyukai seorang perempuan. Dia langsung mengutarakan niatnya untuk serius,  gayung bersambut. Kemudian mereka berkomitmen. Dan meskipun sudah berkomitmen, tapi mereka sama sekali tidak pernah berpacaran. Untuk berkomunikasi saja mereka masih memakai surat. Kereennn..
*setau saya sih seperti itu

Tapi Minggu kemaren saya tidak bisa pergi kesana,  padahal sebelumnya sudah membuat kesepakatan dengan salah satu member Ijo Tomat juga. Saya sepakat untuk pergi kesana dengannya. Pembatalan itu membuatnya kecewa. Kayanya dia juga kesel banget sama saya. 😅
Iya, saya memang tak pernah bisa menepati janji. Bahkan, dulu saya pernah  berjanji untuk selalu "menghidupkan data seluler" agar tiap orang yang "saya janjiin" itu ngebales chat BBM saya, nggak selalu checklist. Tapi kenyataannya, saya tidak menepati janji tersebut. Tidak hanya itu saja, sampai sekarang saya juga masih berhutang satu "postingan" yang nggak selesai-selesai. :'D

Bukan tanpa alasan dan bukan pula bermaksud mencari-cari alasan kenapa saya membatalkan janji tersebut.
Tapi itu karena dua minggu sebelumnya, saya sudah kesana duluan. 😅
Semuanya memang kesalahan saya sih. Bermula saat temen saya yang mau menikah tadi, pesan undangan ke saya.
Entah kenapa, banyak banget masalah yang timbul. Sampai akhirnya,  waktu sudah mepet tapi undangan belum juga selesai. Terakhir bahkan, setelah undangannya  siap untuk di packing, masalah yang baru muncul lagi. Kartu Souvenirnya belum ada, pas saya tanya ke Kakak saya sebagai pihak yang bertanggung jawab. Jawabannya malah bikin saya kesel, dia kebingungan pas saya tanya "Kartu Souvenirnya mana?". Terus dia bilang "yah..lupa".

Orang mana sih yang nggak bakalan kesel? Udah buru-buru karena waktunya sudah mepet.  Giliran selesai, tinggal dikirim. Malah ada yang belum dicetak, serius itu tuh ARRGGGHHHHH....!!!!
😒

Akhirnya, setelah Kartu Souvenirnya selesai dicetakin. Saya Packing rapi jali, meski  harus mengorbankan kardus kesayangan saya karena kardus lain isinya tidak bisa pas. Kemudian buru-buru dibawa ke tempat jasa pengiriman barang. Gak lama setelah itu, kakak saya sms. Katanya, "gilak ongkosnya mahal banget sampek 1jt..".
Saya terperanjat... *Halah
"Gilakk...mahal banget. Ongkos kirimnya melebihi keuntungan yang diambil dari undangan tersebut", pikir saya.

Meski temen saya tidak masalah dengan jumlah ongkos kirimnya yang sebanyak itu, tapi saya tidak bisa menerimanya. Padahal itu uang dia, ongkos kirim dia yang menanggungnya. Tapi saya beneran gak rela kalau dia harus mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk ongkos kirim.

Satu-satunya jalan keluarnya adalah, saya harus mengantarkannya sendiri. Karena nggak mungkin banget memakai "Pintu kemana saja" milik Doraemon. 

Pilihan yang saya tempuh itu ternyata tidaklah mudah. Karena, ternyata tiket kereta api sudah ludes terjual. Maklum, waktu itu memang long weekend. Kakak saya yang pergi ke Terminal Lembang juga tidak menemukan Bus malam ke arah sana. Satu-satunya yang ada hanyalah Bus yang berangkat Sabtu siang.

Saya lantas nanya ke salah satu costumer percetakan yang biasa mengirim barang memakai jasa Ekpedisi. Dia memberikan saya  nomer teleponnya Indah Cargo. Setelah itu saya telpon Indah Cargonya. Disitu memang murah, kalau nggak salah cuma 8.000/Kg. Jatuhnya cuma sekitar 260.000an.
Masalahnya hanya di waktu, Indah Cargo bilang barang bisa sampai 3 sampai 4 hari. El a la em a ma..
Padahal waktu itu tanggal 21 April, Akad nikahnya tanggal 27 April. Sedangkan acara resepsi Ngunduh Mantunya tanggal 7 Mei. Wicis itu tinggal 15 hari.
Ya wajarlah kalau sudah pada panik, acaranya tinggal 15 hari lagi tapi undangan belum juga sampai.

Agak sorean, tiba-tiba temennya kakak saya datang. Kebetulan dia kalau hari Jumat kan libur. Dia juga tau kalau saya mau pergi ke Kendal, soalnya sempet nanya-nanya Bus yang kearah sana sama dia. Setelah saya jelaskan duduk permasalahannya, *Yia'elah
Dia mau menolong, dengan cara mengantarkan saya ke Stasiun Senen. Katanya, meskipun di Online sudah sold out. Tapi kalau mau langsung beli ke Stasiun, kemungkinan besar masih ada. Kedepannya,  saya tau kalau ini yang namanya cara gambling. Disebut gambling karena ini memanglah seperti perjudian, untung-untungan. Bisa dapet bisa nggak.

Akhirnya malah kakak saya sama temennya ini yang berangkat ke Stasiun Senen. Sedangkan saya menunggu kabar dirumah. Mereka kalah dalam perjudian itu, karena memang tiket kereta apinya sudah habis. Dan andaikan masih ada pun, percuma. Soalnya mereka lupa membawa KTP saya. Padahal untuk membeli tiket kereta api, diwajibkan membawa KTP calon penumpang. Amsyong..

Nasib baik.
Disana mereka dapat mobil travel yang berangkat malam itu juga, jam 8. Estimasinya, pagi saya udah sampai di Kendal.
Ketika ditawari naik mobil travel itu, saya pun langsung mengiyakannya.

Tanpa sempat makan malam, saya buru-buru berangkat ke Stasiun Senen naik Grab Car dianter oleh keponakan dan temennya kakak saya yang lain, yang sebenarnya sih sudah seperti keluarga sendiri. Yang tadi nganterin ke Stasiun Senen naik motor nyari tiket kereta api juga sudah seperti saudara sendiri. Malahan sebenarnya kedua temennya kakak saya ini, memang ada hubungan saudara. 😅

Macettt..parah banget.
Karena sopir Grabnya juga kurang tau jalan, akhirnya malah kejebak macet. Tapi sebelum jam 8 sih sudah berhasil tiba disana. Istirahat sejenak, setelah itu langsung pergi ke mobil yang bakal saya tumpangi.
Mobilnya ternyata adalah sebuah bus pariwisata. Tidak terlalu besar dan  keadaan tidak terlalu bagus. Dangan kata lain, bisa dibilang jelek. Sudah begitu, posisinya terparkir ditempat yang bau pesing. 😂
Tapi dalemnya lumayan nyaman sih, meski tempat duduknya sempit.

Sialnya..
Saya datang terlalu tepat waktu.
Imbasnya, harus menunggu sekitar 2,5 jam sampai mobilnya beneran jalan. Duduk di dalam bus yang tidak berjalan selama 2,5 jam, itu ngebosenin banget. Saya sudah coba untuk WhatsApp-an, Instagram-an sampai Facebook-an. Yang ada malah baterai saya terancam habis, hal itu memaksa saya untuk hanya diam saja. Untung sebelumnya kakak saya sudah ngebeliin makanan. Selain air putih yang saya bawa dari rumah, saya tidak membawa bekal makanan sama sekali. Kalau mau turun dari bus dan membeli makanan sendiri pun rasanya juga sungkan. Males, soalnya diluar bus baunya pesing banget. 😂

Beruntung saya punya kakak seperti kakak saya  ini. Meski sering banget ngeselin,  tapi dalam beberapa hal bisa sangat diandalkan. Seandainya ada kehidupan yang kedua, pasti saya gak mau lagi jadi adeknya. 😂😂
Kredit juga buat kedua temennya yang sudah seperti keluarga.  Kalian luar biasa. Saya terharu, ke Kendal saja sampai dianterin sama 4 orang. Lelaki macam apa saya ini? 😂

Bus yang saya tumpangi ternyata lumayan lelet. Jam 12 malam baru sampai di Bekasi, disitu juga istirahat untuk makan. Dapat jatah makan satu kali dari bus itu. Tapi ya gitu, masakan "ransum" gimana sih rasanya? Hanya terasa sangat enak ketika perut sedang lapar saja. 😂
Selesai makan saya jadi kepikiran, "lha mau sampai di Kendal jam berapa nanti? Jam segini saja baru sampai di Bekasi".

Tapi berkat keleletan dan rute tidak biasa yang dipilihnya, saya jadi tau kota Bekasi itu seperti apa. Ternyata Bekasi itu keren banget. Untuk pertama kalinya saya melihat dari dekat Piramida Terbalik yang ada di Summarecon Bekasi. Juga melewati Flyover KH Noer Ali. Belum lagi Stadion Patriot Bekasi, meski hanya melihatnya dari pinggir jalan tanpa tau dalamnya seperti apa.
Sumpahhh.....!!!
Keren banget.

Sekedar info,
Desain landmark Summarecon Bekasi berupa Piramida Terbalik merupakan hasil karya Iman Ashar, pemenang pertama sayembara penataan bundaran utama Kota Summarecon Bekasi yang digelar pada bulan November 2011.

Pria yang lahir pada 15 Februari 1985 itu berdomisili di Bandung.Iman pernah bekerja di perusahaan Hepta Design Bandung selama 1 tahun dan 4 tahun di DP Architects Singapura.

Nama Iman cukup kesohor di dunia design. Ia pernah memenangi juara 3 sayembara Skematik Perluasan Museum Nasional. Ia juga mendapat Honorable mention Sayembara International Arquitectum Hongkong Adult Hotel.
Sumber, Kaskus

Duhhh....denger yang "Adult Adult" fokus saya jadi kemana tauk. 😍😍
*Plak

Saya nggak paham sama jalan, tapi saya tau banget kalau jalan yang dilalui sama bus ini berbeda dengan bus yang ke Jawa pada umumnya. Meski sama-sama melewati Bekasi, bus pada umumnya tidak masuk ke kota Bekasi. Tapi bus yang saya tumpangi ini lewat di dalam kotanya, mengajak penumpangnya melihat kota Bekasi dari dekat. Kemudian masuk jalan Tol yang tak kunjung habis, tapi begitu keluar dari jalan tol. Baru sampai di kota Tegal.
Masih jauh banget.

Seingat saya, ketika ke Wonogiri dulu. Kendal itu tidak terlalu jauh. Tapi giliran saya pergi ke Kendal, rasanya sama jauhnya seperti ketika saya pergi ke Wonogiri. 😂

Setelah Kota Tegal masih ada Pemalang, Pekalongan, Batang barulah kemudian Kendal. Begitu masuk kota Kendal pun masih lama untuk sampai ke Alun-Alun Kota Kendal, tempat dimana saya harus turun. Paling kesel pas sudah mau dekat alun-alun, jalanan malah macet parah. Imbas dari perbaikan jalan.
Bete banget. 

Sesampainya di Alun-alun Kota Kendal, kayaknya sekitar jam 10an. Saya disambut oleh bapak-bapak Kang Becak dan Kang Ojek. Mereka menyambut saya dengan tarian musim kawin, berharap saya tertarik dengan salah satu diantara mereka untuk kemudian mau diajak membina mahligai rumah tangga.
*Apasih

Saya menolak jasa yang mereka tawarkan karena saya sudah di jemput oleh temen. Kami janjian di Halte alun-alun, tapi halte yang dimaksud letaknya dimana saya tidak bisa menemukannya. Setelah saya telpon, ternyata dia tidak jauh dari tempat saya menunggu. Kami hanya terpisah oleh beberapa mobil yang sedang parkir sehingga menutupi halte bus.

Iya, jaman sekarang Halte memang sudah jarang digunakan sebagaimana fungsinya. Makanya janjian di sebuah Halte itu lumayan susah, kecuali Halte Transjakarta.

Ketika akhirnya ketemu, malah saling cengengesan. Kirain, saya bakalan diomelin habis-habisan. *Halah
Itu kedua kalinya saya ketemu sama dia, dulu pertama kali ketemuannya di Monas. Saya pikir akan langsung pulang kerumahnya, soalnya dia juga udah nungguin lumayan lama. Tapi ternyata masih harus menunggu adeknya dateng membawa mobil. Jadi undangannya dibawa mobil, terus saya diboncengin naik motor.

Sebenarnya saya mau di sewain penginapan untuk beristirahat sebelum balik ke Jakarta. Saya menolak, soalnya saya gak mau bikin dia tekor. Selain itu saya kan juga pengen maen kerumahnya. Dan siapa tau bisa bantu-bantu "ngapain", semisal masukin undangan ke dalam plastik dan sebagainya. Tapi waktunya ternyata tidak tepat, saya datang kesana disaat temen saya dan keluarganya berencana untuk Ziarah sekaligus mengunjungi sanak saudaranya yang ada di Semarang. Konsekuensi yang saya terima karena menolak tawaran untuk beristirahat di penginapan adalah, saya bakalan dirumahnya hanya dengan bulek dan para Tukang yang kebetulan lagi merenovasi rumahnya.
Gak papa deh..

Sebelum benar-benar pulang kerumahnya, saya diajak makan. Pilihannya jatuh ke Soto, Aseekkk.!!
Tapi saya cukup kaget, soalnya ketika saya aduk sotonya, dari bawah keluar nasi putihnya. "Ehh...kok nasinya dicampur?". Mungkin memang seperti itu sih kalau disana, Soto sama nasinya dicampur, karena takut kalau salah satunya bakalan kesepian. *Halah
Kalau diJakarta kan dipisah dalam piring yang berbeda. Tapi tetap enak kok, apalagi sotonya saya campur tempe goreng yang disuwir kecil-kecil. Menurut saya itu oke banget. Sebagai Soto- Enthusiast, saya cukup puas. 👌👌
*Yia'elah om

Perjalanan dari alun-alun kendal ke rumah temen saya ini ternyata lumayan jauh, kalau nggak salah ongkos ojeknya saja 25.000. Tapi bakalan lebih mahal lagi kalau bukan orang sana asli. Biasalah, kang ojek kan memang kayak gitu. Jadi harus tau harha pasaran dan pinter-pinter nawar.

Ketika diperjalanan, pengetahuan saya bertambah, sedikit. Jadi ternyata di Kendal ada Wali diluar Wali Songo. Selama ini saya taunya jumlah Wali ya cuma sembilan, Wali Songo. Nyatanya ada banyak, hanya saja yang paling dikenal luas ya cuma Sembilan Wali. Tapi begoknya, saya lupa nama Wali di Kendal yang dikasih tau sama temen saya ini. 😂 Yang paling saya ingat hanyalah pemandangan disepanjang jalan kerumahnya lumayan bagus. Selain itu juga melewati sebuah Lapas Produktif, yakni Lapas Terbuka Kendal.
Ini pertama kalinya saya melihat penjara secara langsung,  dan penjara yang satu ini keren banget. Pengen rasanya masuk ke dalemnya untuk melihat-lihat. Dari luar, penjara tersebut lebih mirip kebun pertanian. Tidak ada kesan yang menyeramkan disana.
Kerenn..!!

Mungkin Arkham Assylum, Penjara milik GCPD. Gotham City Police Departmen. Seharusnya di jadikan Lapas Produktif.  Biar musuh-musuhnya Batman yang ada disana, ketika keluar dari penjara sudah punya keahlian untuk berkarya, sehingga tidak harus melakukan kejahatan lagi.
Nah, Poison Ivy cocok banget itu kalau misalkan jadi pengusaha tanaman hias.
Joker jadi Stand Up Comedian.
Dr. Frezee jadi pengusaha Es Balok.
*Halah

Setiba dirumahnya, penyakit saya kumat. Penyakit ayam petelur yang keluar dari kandangnya kemudian bertemu banyak orang, deg-degan bingung harus bersikap seperti apa. Selama sendirian atau minimal bersama orang yang sudah kenal lama, saya tidak punya masalah apapun. Saya bisa bersikap biasa saja, tapi ketika bertemu dengan orang baru dan bahkan lebih dari satu. Rasanya saya pengen buru-buru balik ke kandang menjadi Ayam Petelur lagi. :'D
*Apasih

Gak berlangsung lama sih untungnya. Setelah ngobrol terus diberi minuman, saya ditunjukan tempat untuk istirahat. Kemudian temen saya pergi dengan keluarganya ke Semarang, tinggalah saya dan buleknya beserta para Tukang dirumahnya.

Bangun tidur agak kaget, lupa kalau  sedang bertamu kerumah orang. Kepala juga terasa agak berat, efek tidur siang yang terlalu lama. Karena bingung mau ngapain, jadinya cuma main Dream League Soccer doang di Ponsel. Saya baru berhenti main setelah baterai ponselnya mau habis. Bingung mau ngapain lagi, akhirnya saya iseng keluar rumah.

Pas sudah dijalan, nengok ke sebelah kanan. Saya seperti melihat sungai.  Karena penasaran saya samperin, ternyata beneran itu sebuah sungai. Bukan sembarang sungai, itu sungai air payau. Karena banyak tumbuh pohon Bakau disitu.
Kerennnn....

Makin penasaran, saya pun berjalan semakin jauh. Ada kepiting bakau gede banget yang kegap sama saya mau keluar dari sebuah lubang. Saya tungguin, dia malu-malu gitu. Nggak mau keluar tapi juga nggak mau masuk ke dalam lubang itu. Kesabaran saya habis karena dia tak kunjung keluar juga, rasanya hampir sama dengan ketika menonton video cewek yang menari-nari binal di Instagram. Sesekali dia mencoba melorotin bagian atasnya, tapi nggak kunjung dilakuin juga sampai videonya berakhir. Padahal saya nungguin dia melakukan itu. 😂
Saking keselnya,  kepiting tersebut akhirnya saya timpuk. 😅

Perjalanan saya berlanjut, lantas menemukan kolam tambak, jumlahnya banyak banget. Tapi tidak jelas itu tambak apaan. Tak seorang pun yang bisa saya temui, sepi banget. Menyusuri jalan lagi, saya menemukan hamparan air yang luas banget. Entah itu apa, yang jelas bukan kolam tambak karena ditempat yang terbuka. Iseng saya melempar batu diatas dipermukaan airnya. Hasil terbaiknya, dari beberapa kali melempar. Akhirnya ada lemparan saya yang berhasil memantul diatas air sebanyak empat kali. Dan secara tiba-tiba Lagu we are the champion berkumandang. *Yia'elah om

Karena tangan saya sudah terasa sakit, bahkan sempet bunyi "Krek..!!" ketika melemparkan batu-batu di atas air itu. Saya berhenti dan mulai berfikir untuk kembali kerumah temen saya. Sebenarnya masih pengen ngebolang, apalagi saya masih penasaran dengan ujung jalan yang sedang saya telusuri. Mungkin di ujung jalan tersebut, saya akan menemukan kebahagiaan.  *Halah
Tapi karena takut, saya urung melakukannya. Wajar kan kalau saya takut, baru pertama kali kesana dan belum tau tempat tersebut seperti apa. Sudah begitu sepi banget, banyak air dan tumbuhan pohon Bakau pula. Mungkin saja kan  disana ada Ular besar atau Buayanya.

Akhirnya rasa penasaran saya dikalahkan oleh rasa takut. Padahal, setelah saya cerita ke temen saya perihal jalan itu.
Dia bilang kalau jalan tersebut adalah jalan yang menuju ke laut, sekali. Menuju ke laut.
Semprulll.....!!!!
Jadi saya telah menyia-nyiakan kesempatan langka itu. Seharusnya saya bisa melihat lautnya seperti apa. Seharusnya....
:'D

Pas perjalanan mau pulang, saya melihat di tempat lain ada beberapa orang yang sedang memancing di kolam. Iseng saya samperin,  niatnya sih pengen ngajak ngobrol-ngobrol. Tapi begonya, saya lupa diri. Introvert kayak saya mana berani sih memulai pembicaraan terlebih dahulu?. Akhirnya ya saya cuma ngeliatin mereka doang tanpa ada obrolan sama sekali. Tapi gak sia-sia sih, karena ketika sedang menyebrang disebuah jembatan bambu. Saya melihat ikan aneh, ikan tersebut tidak seperti ikan pada umumnya. Soalnya dia doyan berjemur di daratan. Aneh banget, bentuknya ikan tapi punya dua kaki. Terus bisa nangkring di pohon juga. Tapi ketika mau ditangkap susah banget.

Begonya, sewaktu ngebolang saya tidak membawa ponsel. Jadinya nggak bisa foto-foto.  Buleknya temen saya dirumah juga sedang kebingungan karena saya hilang.
Bego emang, saya nggak pamit ketika mau pergi. Sudah begitu ponsel juga tidak saya bawa. Untungnya pas sudah balik saya nggak lantas diomelin sama beliau. 😅

Ketika saya balik, terus nanya perihal nama ikan aneh tapi keren yang baru saya temui di sungai tadi ke buleknya temen. Beliau malah tidak tau namanya, tapi beberapa saat kemudian, (agak lama sih) beliau ngasih tau kalau namanya ikan "lodot" atau "blodod", lupa saya. Itu pun ternyata beliau taunya karena nanya dulu ke temen saya lewat, entah sms atau apa.

Ketika berada ditempat yang baru, saya paling nggak suka ketika malam tiba. Ngerasa asing dan mulai nggak betah. Tapi anehnya itu cuma berlangsung hanya setiap malam, sedangkan kalau sudah pagi sampai sore saya ngerasa biasa saja. Pun saat ditempat temen saya ini, setelah mandi terus dikasih makanan. Saya mulai gelisah, bingung mau ngapain. Temen saya belum pulang juga, itu artinya saya cuma berdua saja sama buleknya dirumah.
Maen Dream League Soccer lagi, cuma itu yang bisa saya lakukan. Internetan juga gak bisa leluasa karena  pakai paket data seluler yang kuotanya cuma 200mb.

Dirumah temen saya ini nyamuknya luar biasa banget, gedhe-gedhe. Ketika  duduk-duduk di teras depan rumah. Saya berasa seperti camilan bagi mereka. 😂

Ditengah kebosanan, untung akhirnya ada juga hal yang bisa saya lakukan. Yaitu ngebantuin bulek "ngotakin" box makanan. Boxnya dikata-katain nggak punya otak. Makanya disebut "ngotakin". *Halah

Dari situ saya dapat pelajaran bagaimana cara menyusun box agar rapi dan tidak memakan tempat. Saya juga dapat pelajaran bagaimana "nyeteples" box makanan dengan baik dan benar. Nyeteples buku, saya sudah mahir. Tapi ketika nyeteples box makanan, ternyata saya tidak ada apa-apanya  dibandingkam bulek.


Saya merasa gagal karenanya..

Ketika mengerjakan box makanan tadi itu, bulek kan nanya-nanya. Semua saya jawab apa adanya. Tapi ketika pertanyaanya adalah, saya bisa temenan sama keponakan dia itu darimana?. Saya bingung. Beliau pikir saya adalah temen kuliah atau sekolahnya. Jadi ragu, mau ngejawab jujur atau bohong. Soalnya jawaban jujur yang saya berikan mungkin akan terasa sedikit sulit untuk diterima. Akhirnya nekat saja jawab apa adanya, saya bilang "Kenalnya di Facebook, karena sama-sama suka sama Naruto. Akhirnya temenan sampai sekarang". Benar dugaan saya, jawaban tersebut nampaknya membuat beliau kayak yang, "Hahh..kok bisa? Cius miapah?" gitu. Tau gitu, harusnya saya kasih jawaban bohong saja. 😂

Selesai mengerjakan box makanan, nganggur lagi. Tidak ada yang bisa saya kerjakan kecuali nungguin temen saya pulang. Nggak terlalu lama akhirnya dia pulang. Terus saya dikasih makanan lagi, selesai makan lantas tidur. Terus keesokan paginya balik ke jakarta.
Selesai. 

Nggak...
Cerita membosankan saya ini masih lumayan panjang, tidak berhenti hanya sampai disitu. 😂

Akhirnya saat yang mendebarkan itu tiba juga. Ini tentang bisnis dan tujuan saya datang kerumahnya. Apalagi kalau bukan mengantarkan undangan pesanannya. Dudul gak sih?  Saya datang nganterin undangan dari sebelum siang. Tapi baru dibukanya setelah malam. Dia gak tau kalau saya deg-degan karena takut jika ternyata hasil undangannya tidak seperti yang dia inginkan.

Alhamdulillah, ternyata orangnya cukup puas. Jadi saya tidak harus menanggung rasa malu, karena jauh-jauh pesan undangan di Jakarta. Tapi hasilnya mengecewakan. Satu-satunya yang membuat saya malu hanyalah, ya karena undangan tersebut selesainya lama banget. 😂

Malam itu saya membantu dia menuliskan nama-nama beberapa orang yang akan diundang, saya mendikte sementara dia yang mengetiknya di Laptop. Seru juga, saya jadi tau nama-nama orang disana itu Islami banget. Bahkan alasannya kenapa seperti itu pun saya juga dikasih tau. Katanya, orang tua disana. Ketika anaknya lahir, mereka mendatangi Pak Kiayi terlebih dahulu, untuk meminta nama yang pas bagi anaknya. Karena namanya banyak yang kearab-araban seperti itu, ketika saya  jahil dengan menyebutkan beberapa nama yang tidak sesuai dengan naskah yang dia kasih. Semisal, saya bilang namanya Boy Wiryawan. Dia langsung sadar kalau saya ngerjain dia.

Ada kejadian Horror.
Ketika malam itu saya membantu memasukan motor kedalam rumah. Saya mencium bau bunga yang sangat menyengat.  Baunya seperti makam yang masih baru. Padahal, dari sore saya tidak mencium bau seperti itu sama sekali. Bukan agak takut lagi, tapi takut banget. Apalagi beberapa kali saya pernah liat di timeline Facebook,  dia bilang sedang "dikerjain" sama yang begituan.

Saya belum ngasih tau perihal bau wangi itu, ternyata dia malah sudah tau duluan kalau saya lagi takut. Dia bilang, "takut ya? karena nyium bau bunga makam. Lha itu bunganya ditaruh disitu. Tadi habis ziarah bunganya belum habis".
Syukurlah, kukira ada........
😂

Yang paling berkesan selama disana, tentu saja keluarganya yang ramah. Adek-adeknya sebenarnya cukup asik, tapi karena saya tipe orang yang seperti bedug, gak bakal bunyi kalau tidak dipukul. Maksudnya ya kalau tidak diajak ngobrol ya cuma diem aja. Tapi kalau sudah diajak ngobrol dan nyambung, malah berisik banget jadinya. Apalagi saya juga nggak pandai berbasa-basi, bahkan ketika kemaren nggak bisa dateng ke acara pernikahannya temen saya ini. Saya nggak ngucapin apa-apa, bukan karena gak perduli, malu dan sebagainya. Tapi saya bingung mau ngomong apa. Jadinya malah hanya ngeledekin foto pernikahannya, yang mana istrinya terlihat cantik banget, tapi dia malah keliatan kayak bocah gitu . Makin suram  rasanya hidup saya ini.
😂

Saya juga terkesan dengan selera musik yang didengarkan oleh tetangganya. Waktu sore, dari rumah salah satu tetangganya terdengar lagu Keroncong Perpisahan. Kebetulan saya lagi seneng-senengnya sama Lagu milik Day Afternoon tersebut. Saya tau lagu itu secara gak sengaja, waktu masukin kata kunci "Keroncong" di Aplikasi Streaming Musik JOOX. Salah satu hasil pencariannya adalah lagu tersebut. Yaudah saya dengerin, ternyata musiknya enak, liriknya juga bagus banget. Pas dengan Idealisme saya. *Halah

Bukan keroncong pertemuan
Tapi keroncong perpisahan
Kita gak pacaran lagi
Langsung menikah saja

Tiada tangis dan derita
Tapi tertawa bahagia
Karena pada akhirnya
Kita hidup bersama

Berharap punya anak dua
Tinggal di rumah sederhana
Berangkat kerja naik vespa
Ohh sungguh senangnya

Ada satu lagi yang paling berkesan, eh bukan. Tapi paling...paling.. paling berkesan, Pillow Talk.
Obrolan Intim. 😂
Obrolan antar laki-laki sebelum tidur. Padahal waktu itu sudah tengah malam dan paginya saya harus balik ke Jakarta. Tapi rasanya sayang banget untuk melewatkan malam itu begitu saja. Apalagi waktu itu malam Minggu, malam minggu adalah malam yang panjang. Kalau malam biasa hanya 12 jam, tapi kalau malam minggu bisa sampai 24 jam. *Yia'elah
Ngobrolin ini itu jauh lebih berharga ketimbang tidur. Selama ini kalau curhat segala macem kan cuma lewat online. Dan ketika pada akhirnya bisa curhat secara langsung, itu tuh rasanya...
Saya merasa seperti orang normal pada umumnya. 😂

Selain curhat....sesi pemotretan dengan "arc reactor" di dalam gelap yang hasilnya absurd. Ada kejadian konyol lain karena kunang-kunang. Jadi ketika lampu kamar sudah dimatikan, tiba-tiba terlihat ada seekor kunang-kunang yang terbang. Saya bilang itu keren, saya belum pernah ngeliat bentuk kunang-kunang itu seperti apa. Terus akhirnya kunang-kunang tersebut ditangkep sama temen saya, lantas diberikan ke saya. Tapi kemudian Sokonyong-konyongnya dia heboh sendiri. Ternyata kunang-kunang itu meninggalkan bau yang tidak enak ditangannya. Saya hanya tertawa karena kejadian itu. Selagi dia mencuci tangannya di kamar mandi, saya mulai mengotak-atik kunang-kunang naas tersebut. Tapi anehnya, ketika saya endus, dia nggak bau banget kok. Kemudian saya amati bagian yang menyala di perutnya. Keren banget, saya rasa itu seperti nyala light stick. Tapi lebih keren, karena cahayanya bisa berkedip-kedip.

Ada mitos yang mengatakan bahwa kunang-kunang adalah kuku orang-orang yang telah meninggal. Saya tidak mempercayainya sih, tapi itu cukup membuat saya merinding juga. Apalagi ketika saya ditinggalin ke kamar mandi sendirian.
Nggak tau bakalan kayak apa jadinya, kalau kunang-kunang itu kemudian berubah menjadi....... Membayangkannya saja saya tidak sanggup. *Halah

Entah apa yang terjadi dengan kunang-kunang tersebut, soalnya ketika pagi harinya. Saya lihat dia sudah meregang nyawa. Padahal saya tidak merasa telah melakukan sesuatu yang menyakitinya. Tenyata, ungkapan rasa penasaran bisa membunuh itu bukanlah ungkapan receh yang bisa dianggap remeh. Kunang-kunang tersebut contohnya, dia terbunuh karena rasa penasaran saya.
🙇🙇

Kereta yang akan saya tumpangi ke Jakarta berangkat jam 8:40. Itu artinya sebelum jam segitu saya sudah harus tiba di Stasiun Weleri. Nasib baik temen saya membelikan tiket Kereta Api ketika pergi ke Semarang. Jadi saya nggak perlu reot-repot lagi, cuma ngerepotin. 😂

Selama di perjalanan balik dari Kendal ke Jakarta,  satu-satunya yang membuat saya takjub adalah ketika kereta yang saya tumpangi lewat di pinggir laut. Keren banget aslii. Banyak batu besarnya, beberapa orang terlihat sedang memancing diatas batu-batu tersebut. Seandainya keretanya bisa berhenti, rasanya pengen banget mampir disitu. Sayangnya nggak bisa. :'D

Setelah melewati laut itu, perjalananannya terasa sangat membosankan. Makin membosankan  karena memikirkan setibanya di Jakarta nanti, saya akan kembali menjadi Ayam Petelur lagi. :'D

Seneng banget bisa pergi ke Kendal, Kota kelahirannya Kendall Jenerr.  *Halah
Iya, meskipun jauh-jauh kesana cuma ngerepotin doang. 😂
Sudah begitu, kalau dihitung-hitung, ongkos kirim yang dia keluarkan jumlahnya malah lebih banyak. Karena dia malah pake "nambahin" segala buat saya.
Rasanya jadi gak enak banget. 😅

Saya nggak diomelin saja sebenernya sudah seneng. Ketika nekat nganterin sendiri kesana, itu adalah bentuk tanggung jawab saya. Tak disangka respon dari temen saya dan keluarganya baik banget. Bahkan, calon istrinya juga ikutan mengucapkan terima kasih via WhatsApp. Malahan sampai mendoakan segala loh. Salah satu doanya seperti ini, "Kami doakan Kak Sugi, selalu dilimpahkan Rahmat dan Rizki, dan Dipertemukan dg Jodoh Terbaik nya... Aamiin".
Serius itu sesuatu banget,  jarang-jarang ada orang yang mau mendoakan saya. Biasanya sih cuma pas  ulang tahun saja, itupun juga hanya beberapa orang yang tau. 😅

Satu penyesalan saya adalah, kenapa waktu baru tiba disana saya tidur siangnya lama banget. Seandainya saya tidur cuma sebentar kemudian pergi ke Pulau Tiban. Pasti akan lebih menyenangkan, dan tentu saja saya bisa pamer liburan di instagram.
😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toko Buku Bekas di Ciledug

My Dol, Aplikasi yang bikin gue tambah ngenes

Kakak ade'an (kakak kakaan adek adean)